Tiba di tempat hajatan, setelah
selesai mengisi buku tamu dan bersalaman, Udin
langsung nenuju meja prasman. Banyak sekali makanan yang disajikan,
saking banyaknya udin langsung memilih rendang daging sapi yang terlihat sangat
lezat.
Setelah bolak-balik memilih
hidangan, akhirnya Udin memilih daging
rendang yang paling besar.
Selesai dengan hidangan yang memenuhi piring, mata udin melihat
sekeliling, mencari bangku kosong untuk memulai makan, kebetulan ada bangku
kosong dekat seorang tamu perempuan cantik.
Setelah duduk, udin memulai
menyantap nasi yang ada di piring. Udin makan dengan lahap sekali. Terlebih
dahulu memakan nasi putihnya, sengaja ia terlebih dahulu memakan nasi putih,
Udin ingin menyantap rendang daging nanti belakangan setelah nasi putih habis.
Merasa di perhatikan oleh wanita
disebelahnya, Udin hanya tersenyum.
Tibalah pada santapan terakhir
yang tersedia di piring. Dengan penuh nafsu dan hasrat yang menggebu, Udin
menggigit daging/
... kreess!
... hukk!,
Mata Udin melirik wanita Itu. Ada malu di
wajahnya. Wanita cantik di sebelah heran melihat wajah Udin yang terlihat
kebingungan.
“ Kenapa, mas? Keras ya
dagingnya?” tanya wanita di sebelah Udin.
Udin menggelengkan kepalanya.
Bibirnya tersenyum, tapi sorot
matamya terlihat bingung.
“lalu kenapa terlihat aneh begitu
wajahnya? Dagingnya tidak enak ya?” tanya wanita itu lagi.
“Ini
bukan daging, mbak, tapi ... ini lengkuas yang mirip daging,” jawab udin malu,
sambil mengepahkan lengkuas dari mulutnya.
“Rendang
sialan,” gerutu Udin dalam hatinya sambil mengusap bibirnya dengan saputangan.
Rdk-16i10i18
Karya Agus Suryadi, S.Pd.SD
Karya Agus Suryadi, S.Pd.SD





Posting Komentar
Terima Kasih sudah Berkunjung di Web Blog SDN Rengasdengklok Utara 1